Narasi Respon Finding AQAS Fakultas Bahasa dan Seni

Surabaya, 27 Oktober 2024 – Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) telah melaksanakan program pendampingan untuk Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) dalam menanggapi hasil evaluasi dari AQAS (Agency for Quality Assurance in Higher Education). Pendampingan ini bertujuan untuk membantu fakultas dalam merumuskan strategi perbaikan dan pengembangan berkelanjutan. Pendampingan dilaksanakan di ruang meeting lantai 9 gedung rektorat Unesa.
Setelah menerima laporan evaluasi dari AQAS, yang mencakup penilaian positif dan rekomendasi perbaikan, BPM Unesa segera turun tangan untuk mendukung FBS. Kegiatan pendampingan ini melibatkan serangkaian workshop dan diskusi kelompok yang melibatkan GPM FBS Unesa dan Tim Taskforce akreditasi internasional AQAS FBS.
Ketua GPM FBS, menyatakan bahwa pendampingan dari BPM sangat krusial untuk memastikan bahwa semua rekomendasi dari AQAS dapat diimplementasikan dengan baik. "Kami berterima kasih atas dukungan dari BPM. Kolaborasi ini akan membantu kami menyusun rencana aksi yang lebih efektif dan terarah," ujarnya.
Dalam sesi pendampingan, BPM Unesa memperkenalkan berbagai alat dan metode untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan yang teridentifikasi dalam laporan AQAS. GPM dan Tim Taskforce diberi kesempatan untuk berkontribusi dalam merancang langkah-langkah konkret yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan di FBS.
Kepala Divisi Akreditasi Internasional Soshum BPM Unesa, Jaka Nugraha, S.AB., M.AB., MBA., menekankan pentingnya keterlibatan seluruh civitas akademika dalam proses perbaikan. "Dengan melibatkan semua pihak, kami yakin dapat menciptakan lingkungan akademis yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa," katanya.
Melalui pendampingan ini, diharapkan Fakultas Bahasa dan Seni dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan dan mencapai visi untuk menjadi lembaga pendidikan yang unggul, selaras dengan standar internasional.
Dengan langkah ini, Unesa menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, sekaligus menyiapkan mahasiswanya untuk bersaing di tingkat global.
Sejauh ini Badan Penjaminan Mutu Unesa sudah melaksanakan AQAS Fakultas Bahasa dan Seni ini ke 3 kalinya, hal ini dilaksanakan guna mempersiapkan perbaikan akreditasi internasional AQAS. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) saat ini sudah sebanyak 37 Program Studi yang berakreditasi internasional dari berbagai lembaga akreditasi internasional seperti ASIIN, FIBAA, dan AQAS dengan rincian 27 Prodi dengan status Uncoditional dan 10 Prodi dengan status Conditional.
Share It On: